4 Diet Yang Harus Dihindari

Memiliki tubuh langsing sering kali menjadi dambaan kaum wanita. Namun, jangan sampai salah langkah dengan mengadopsi berbagai diet ekstrim berikut.

Kapan terakhir kali Anda memberanikan diri naik ke atas timbangan? Terperanjat dengan hasilnya dan langsung berniat untuk mengecilkan ukuran tubuh? Salah satu cara yang dilakukan untuk menyingkirkan kelebihan lemak tubuh adalah dengan menjaga pola makan, atau yang disebut juga diet. Namun, jangan sembarangan memilih jenis diet. Jika salah, bukan pinggang ala Kendall Jenner yang dimiliki, Anda justru bisa masuk rumah sakit bahkan bisa meninggal. Di bawah ini ada beberapa jenis diet ekstrim yang tidak disarankan untuk dilakukan.

 

diet ekstrim

Diet cacing pita

Banyak orang tergoda untuk bisa cepat kurus dengan “meminta bantuan” cacing pita, bahkan cara ini sudah ada sejak beberapa dekade lalu. Padahal cacing pita adalah parasit yang memakan nutrisi dari sistem pencernaan indung semangnya. Diet ekstrim cacing pita dilakukan dengan cara menelan telurnya. Kemudian cacing pita dibiarkan menetas dan tumbuh dewasa hingga mengonsumsi makanan yang ada di dalam usus. Jika berat badan sudah turun, cacing pita bisa dibuang dengan meminum obat cacing.

Jika Anda geli atau merasa ngeri membayangkannya, tunggu sampai tahu apa akibatnya bagi tubuh. Telur cacing pita dapat berpindah ke berbagai bagian tubuh lain, hingga menyebabkan masalah yang dapat mengancam jiwa. Contohnya jika cacing pita masuk otak, Anda bisa mengalami sakit kepala, kebingungan, kejang, hingga kematian.

Diet sup kol

Berat badan diklaim dapat turun sekitar 4,5 kg cukup dengan makan sup kol untuk sarapan, makan siang, dan makan malam selama seminggu. Diet sup kol dimakan setiap hari disertai sayuran dan buah-buahan tertentu, 4-8 gelas air putih, dan multivitamin. Diet sup kol bisa saja membuat berat badan cepat turun, tetapi cara tersebut tidak sehat dan berbahaya. Tidak ada ahli kesehatan yang mendukung diet ekstrim ini dan Anda kemungkinan akan merasa kelaparan berat.

Diet 500 kalori

Seperti namanya, diet ekstrim ini hanya memperbolehkan “penganutnya” untuk mengonsumsi makanan sebanyak 500 kalori setiap hari. Lima ratus kalori itu sebanyak  empat genggam kacang tanah, dua potong piza pepperoni, 2,5 potong ayam goreng, atau enam buah apel. Diet ini biasanya ditujukan untuk mereka yang sangat gemuk dan tidak mampu untuk menurunkan berat badan setelah mencoba berbagai jenis diet. Namun, diet ekstrim ini memerlukan pengawasan medis dan bisa menjadi sangat berbahaya bagi tubuh. Tubuh dapat kekurangan vitamin dan mineral yang pada akhirnya mampu menyebabkan banyak masalah kesehatan.

Diet pembersih atau diet detoks lemon

Diet ekstrim ini dilakukan dengan meminum cairan pada hari ketiga hingga hari ke-10 diet. Gunanya, untuk mendetoksifikasi tubuh (membuang racun) dan menurunkan berat badan. Selama fase tersebut, Anda hanya diperbolehkan mengonsumsi air lemon khusus sebanyak enam sampai 12 kali per hari, atau setiap kali Anda lapar. Air lemonnya terbuat dari campuran air perasan jeruk lemon, sirup maple, bubuk cabai, dan air putih.

Sayangnya, diet ekstrim ini membuat tubuh kehilangan banyak nutrisi penting seperti vitamin, mineral, protein, karbohidrat, lemak, dan serat. Mereka yang menerapkan pola makan ini juga berisiko mengalami pusing, sakit kepala, diare, dan mual. Terakhir, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan jika diet ini benar-benar mampu menghilangkan racun tubuh.

Mengurangi berat badan memang sah dilakukan. Namun, jangan sampai keinginan untuk langsing membuat Anda mengabaikan kesejahteraan dan kesehatan tubuh sendiri, contohnya dengan melakukan diet ekstrim. Mintalah pendapat dari dokter atau ahli gizi terpercaya untuk menemukan pola makan apa yang sesuai dengan tubuh Anda